TANYA TAK TERDINDING MASA
Bila nanti masanya telah tiba
Masih bergunakah panggung sandiwara
Entah ke makam sesal mana drama ziarahi cerita
Ketika metafora kegamangan asa salah meneruka
Bila nanti masanya telah tiba
Puisi manakah kanmenjelma pahala atau prahara
Haruskah ribuan luka-luka jambangi isak tak jeda
Ketika catatan rupa terpenjara diperanan kata-kata
Bila nanti masanya telah tiba
Ke alamat manakah kan kuderaikan air mata
Ketika kereta isya dan subuh getarkan isi keranda
Menggilas jejak canda tawa di jalan suratan sejak lama
Diriku hanyalah musafir di belantara dahaga
Mengumpulkan seteguk cahaya, bekalku di sana
Masihkah tersisa upaya sebelum ajal memenggal usia
Ketika nanti jiwa ini bermuara, telusuri teluk damainya
Bila nanti payung hitam memayungi keranda
Ruang gelap dan pengab jadi saksi lidahku beraksara
Ketika liang keterasingan hidangkan sesal tiada guna
Mampukah lalaiku melahap tanya tak terdinding masa
Bila nanti lidahku tak lagi mampu suburkan dusta
Kerimbunan manakah akar daya upaya jalarkan asa
Ketika gerak membeku, cemas menghitung nasibnya
Mungkinkah ke kafan entah kubisikkan asinnya air mata