Selasa, 12 Februari 2019

Bila saatnya nanti....

TANYA TAK TERDINDING MASA
 
Bila nanti masanya telah tiba
Masih bergunakah panggung sandiwara
Entah ke makam sesal mana drama ziarahi cerita
Ketika metafora kegamangan asa salah meneruka

   Bila nanti masanya telah tiba
   Puisi manakah kanmenjelma pahala atau prahara
   Haruskah ribuan luka-luka jambangi isak tak jeda
   Ketika catatan rupa terpenjara diperanan kata-kata
       Bila nanti masanya telah tiba
       Ke alamat manakah kan kuderaikan air mata
       Ketika kereta isya dan subuh getarkan isi keranda
       Menggilas jejak canda tawa di jalan suratan sejak lama
           Diriku hanyalah musafir di belantara dahaga
           Mengumpulkan seteguk cahaya, bekalku di sana
           Masihkah tersisa upaya sebelum ajal memenggal usia
           Ketika nanti jiwa ini bermuara, telusuri teluk damainya
                Bila nanti payung hitam memayungi keranda
                Ruang gelap dan pengab jadi saksi lidahku beraksara
                Ketika liang keterasingan hidangkan sesal tiada guna
                Mampukah lalaiku melahap tanya tak terdinding masa
                      Bila nanti lidahku tak lagi mampu suburkan dusta
                      Kerimbunan manakah akar daya upaya jalarkan asa
                      Ketika gerak membeku, cemas menghitung nasibnya
                      Mungkinkah ke kafan entah kubisikkan asinnya air mata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A Dreamer

Menurut pendapat  saya, mimpi adalah anugerah TUHAN yang diberikan kepada seluruh hamba-NYA tanpa terkecuali. Karena saya yakin dengan sepen...